SOCIAL MEDIA

Saturday, July 14, 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini #7

Hari ini, saya ingin mengulas sedikit tentang financial planner, versi saya sebelum hijrah, dimana awal-awal saat menikah dulu, saya pernah membaca buku tentang mengatur keuangan secara cerdas dan kebetulan saya ngefans berat dengan penulisnya, sempat mengikuti kelas dasar Certificate Financial Plannernya.  Semua yang berhubungan dengan perancana keuangan, pasti saya ikuti termasuk, belajar mengelola asset dan portfolio keuanga, ada yang salah saat itu, tentu tidak saya menyadari bahwa hal itu sangat penting untuk mempertahankan asset atau harta yang kita punya. Saya terus berkecimpung dalam hal itu kira-kira sampe 2-3 tahun pernikahan.

Seiring berjalannya waktu, saya merasa Lelah, dan belum paham dengan apa yang saya lakukan berkaitan dengan RIBA, ya ada unsur RIBA disana, yang tidak saya sadari, yang saya sadari saat itu, gaya hidup dan tuntutan kehidupan kami sangat berat, banyak sekali pengeluaran yang entah datangnya bukan dari keluarga kecil kami tapi dari keluarga besar. Mata hati saya belum paham apa itu RIBA, sebatas ilmu saya yang cetek ini, RIBA hanya sejauh seorang renternir meminjamkan uang dengan tambahan biaya alias bunga. Pikiran yang sangat cetek saat itu.

Jadi saya akan membagikan apa yang pernah saya pelajari sebelum masa-masa saya mengenal apa itu RIBA, hampir 2th silam.

Inti dari mempelajari financial planner adalah mengelola asset, agar terus bertambah dan nilainya terjaga dengan cara mengatur keuangan kita, hal itu bisa dimulai dari

  1. Atur rencana pengeluaran sebulan, dari Gaji + Penghasilan , pengeluaran rutin berupa : (Bayar listrik, air, belanja, sekolah, transportasi , dll) diluar dari pengeluaran rutin jangan direncanakan dari gaji
  2. Alokasi ideal untuk pengaturan keuangan *dari Perancana keuangan :
·         Zakat, infak, sedekah = 5%
·         Dana Darurat, premi asuransi = 10%
·         Biaya HIdup rutin = 50%
·         Tabungan = 10%
·         Investasi jangka Panjang  = 15%
·         Pos HIburan = 10%
  1. Cicilan perbulan tidak lebih dari 30%
  2. Batasi penggunaan internet banking dll, gunakan saja uang tunai sesuai dengan pos-pos yang sudah diatur sebelumnya
  3. Alokasikan pos pengeluaran dengan membagi pertabunga, seperti rekening untuk tabungan, biaya hidup dan juga liburan/hiburan.
Kurang lebih itu intisari dari yang sempat saya terapkan, semasa jaman belum hijrah, kenapa saya bilang belum hijrah dari riba, karena masih ada unsur ribanya, seperti : ASuransi, INvestasi yang masih RIbawi, Cicilan KPR bagian dari RIba, dsb, besok akan saya coba ulas pengaturan keuangan pasca Hijrah dari RIBAWI.



#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No comments :

Post a Comment