Hari ini, saya ingin mengulas sedikit tentang
financial planner, versi saya sebelum hijrah, dimana awal-awal saat menikah
dulu, saya pernah membaca buku tentang mengatur keuangan secara cerdas dan
kebetulan saya ngefans berat dengan penulisnya, sempat mengikuti kelas dasar Certificate
Financial Plannernya. Semua yang
berhubungan dengan perancana keuangan, pasti saya ikuti termasuk, belajar mengelola
asset dan portfolio keuanga, ada yang salah saat itu, tentu tidak saya
menyadari bahwa hal itu sangat penting untuk mempertahankan asset atau harta
yang kita punya. Saya terus berkecimpung dalam hal itu kira-kira sampe 2-3 tahun
pernikahan.
Seiring berjalannya waktu, saya merasa Lelah, dan
belum paham dengan apa yang saya lakukan berkaitan dengan RIBA, ya ada unsur
RIBA disana, yang tidak saya sadari, yang saya sadari saat itu, gaya hidup dan
tuntutan kehidupan kami sangat berat, banyak sekali pengeluaran yang entah datangnya
bukan dari keluarga kecil kami tapi dari keluarga besar. Mata hati saya belum
paham apa itu RIBA, sebatas ilmu saya yang cetek ini, RIBA hanya sejauh seorang
renternir meminjamkan uang dengan tambahan biaya alias bunga. Pikiran yang
sangat cetek saat itu.
Jadi saya akan membagikan apa yang pernah saya
pelajari sebelum masa-masa saya mengenal apa itu RIBA, hampir 2th silam.
Inti dari mempelajari financial planner adalah
mengelola asset, agar terus bertambah dan nilainya terjaga dengan cara mengatur
keuangan kita, hal itu bisa dimulai dari
- Atur rencana pengeluaran sebulan, dari Gaji + Penghasilan , pengeluaran rutin berupa : (Bayar listrik, air, belanja, sekolah, transportasi , dll) diluar dari pengeluaran rutin jangan direncanakan dari gaji
- Alokasi
ideal untuk pengaturan keuangan *dari Perancana keuangan :
·
Zakat,
infak, sedekah = 5%
·
Dana
Darurat, premi asuransi = 10%
·
Biaya
HIdup rutin = 50%
·
Tabungan
= 10%
·
Investasi
jangka Panjang = 15%
·
Pos
HIburan = 10%
- Cicilan perbulan tidak lebih dari 30%
- Batasi penggunaan internet banking dll, gunakan
saja uang tunai sesuai dengan pos-pos yang sudah diatur sebelumnya
- Alokasikan pos pengeluaran dengan membagi
pertabunga, seperti rekening untuk tabungan, biaya hidup dan juga liburan/hiburan.
Kurang lebih itu intisari dari yang sempat saya
terapkan, semasa jaman belum hijrah, kenapa saya bilang belum hijrah dari riba,
karena masih ada unsur ribanya, seperti : ASuransi, INvestasi yang masih
RIbawi, Cicilan KPR bagian dari RIba, dsb, besok akan saya coba ulas pengaturan
keuangan pasca Hijrah dari RIBAWI.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
No comments :
Post a Comment