Kali ini melanjutkan pelajaran financial planner yang
pernah saya dapat dulu, intinya adalah pengelolaan atau pengaturan keuangan
secara effisien agar nilai atau value aset yang kita punya nilainya semakin
bertambah atau tetap meski inflasi menghadang.
Waktu pertama kali mempelajari Financial planner ini, saya
merasa begitu banyak uang yang telah saya buang dengan sia-sia, dari mengoleksi
komik, mengoleksi mainan miniature, buku-buku, stampel, alat-alat jahit,
pernak-pernik menjahit, dan lain sebagainya yang kalo dirunut-runut mungkin
saya sudah menghabiskan ratusan juta untuk memenuhi hasrat dan nafsu saya, jika
menengok kebelakang, rasanya sangat menyesal, tapi rasanya itu adalah bagian
dari masa lalu saya yang merupakan puncak gunung es, sejak kecil jika ingin
sesuatu, orangtua saya mengajarkan saya untuk menabung jika ingin memiliki
sesuatu, entah barang atau apapun, sehingga sejak saat itu, saya seperti menahan
hasrat untuk membeli sesuatu yang saya sukai.
Saya bekerja sejak usia 18th. Sejak mempunyai penghasilan
sendiri, semua hal yang saya sukai dan mampu saya beli, gaya hidup yang sangat konsumtif,
hiks.
Sampai kira-kira saya terus lakukan sampai 7th bekerja,
banyak sekali koleksi barang-barang yang sebenarnya tidak saya butuhkan, tapi
bernafsu saya beli. Akhirnya tabungan saya jarang bertambah, hiks.
Kemudian sampai saat saya menikah, hal itu terus berlanjut,
koleksi kain, alat-alat jahit, pernak-pernik jahit, banyak sekali cita-cita
yang ingin saya lakukan tapi tidak pernah kesampean, saya ingin menjadi
designer, tapi tidak kesampean, pingin jadi hijab designer juga tidak, haiz.
Setelah itu saya agak sadar sedikit, kemudian saya memfokuskan
diri untuk membuka peluang baru menjadi Graphic designer, alat-alat yang tidak
menunjang saya simpan digudang ☹ termasuk mesin jahit dan lain-lain.
Saya investasikan uang saya untuk membeli drawing tablet, light
tracer, dan laptop. Tapi 1 th belakangan saya baru menyadari, bahwa menggambar
adalah hal yang sebaiknya dihindari dalam agama saya, hiks, lagi-lagi saya
gagal dan mundur. ☹
Nah mulai tahun ini, saya baru menentukan passion saya yang
baru belajar lettering, dan alhamdulilah tidak dilarang dalam agama saya asalkan
tidak ada gambar mahkluk hiodupnya. Sekarang
saya fokus memepelajari passion saya.
Jalan yang panjang untuk belajar mengatur keuangan saya, hiks.
Berikut ini ringkasan cara-cara mengatur keuangan financial
agar efektif dan efisien.
- Punya simpanan uang cash/tunai dalam
bentuk tabungan yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu untuk keperluan
mendadak yang diluar dari pengeluaran
rutin, idealnya 12x pengeluaran perbulan, atau simpanan pengeluaran 1
tahun, kalau pengeluaran kita katakanlah Rp. 5.000.000,-/per bulan,
berarti dana yang kita butuhkan untuk dijadikan simpanan adalah Rp. 60.000.000,-
- Hutang yang sehat adalah tidak melebihi
dari 30% dari penghasilan selama 1 bulan, katakanlah, penghasilan kita Rp.
8.000.000,-/per bulan, cicilan hutang (biasanya KPR ) maxsimal adalah Rp.
2.400.000,-
- Memiliki dana Pendidikan anak, melalui
investasi, (seperti Asuransi Pendidikan, tabungan pendidikan, dll)
- Memiliki Tabungan hari tua, untuk bekal
ketika kita sudah tidak bekerja. Melalui Investasi (bisa InVestasi
Asuransi, Emas, Property, Bisnis, etc)
- Memiliki Asuransi Kesehatan, atau asuransi
Kematian untuk kepala keluarga.
- Jangan berhutang untuk gaya hidup konsumtif,
berhutang hanya untuk KPR.
- Sebar aset kita, dalam berbagai bentuk,
bisa Property, emas, investasi saham atau reksadana, bisnis dll.
*INI
semua adalah catatatan financial planner sebelum saya hijrah, after hijrah akan
saya perbaiki, saya tidak merekomendasikan untuk berhutang terutama dalam
bentuk apapun yang mengandung RIBA Didalamnya sekalipun itu kredit KPR untuk
kepemilikan rumah, jika kurang mampu membeli rumah secara cash, pikir2 beribu
kali sebelumnya membeli secara KPR apalagi mengandung RIBA., so jangan remehkan
dosa riba bun. *
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No comments :
Post a Comment