SOCIAL MEDIA

Sunday, July 15, 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini #8

Kali ini melanjutkan pelajaran financial planner yang pernah saya dapat dulu, intinya adalah pengelolaan atau pengaturan keuangan secara effisien agar nilai atau value aset yang kita punya nilainya semakin bertambah atau tetap meski inflasi menghadang.

Waktu pertama kali mempelajari Financial planner ini, saya merasa begitu banyak uang yang telah saya buang dengan sia-sia, dari mengoleksi komik, mengoleksi mainan miniature, buku-buku, stampel, alat-alat jahit, pernak-pernik menjahit, dan lain sebagainya yang kalo dirunut-runut mungkin saya sudah menghabiskan ratusan juta untuk memenuhi hasrat dan nafsu saya, jika menengok kebelakang, rasanya sangat menyesal, tapi rasanya itu adalah bagian dari masa lalu saya yang merupakan puncak gunung es, sejak kecil jika ingin sesuatu, orangtua saya mengajarkan saya untuk menabung jika ingin memiliki sesuatu, entah barang atau apapun, sehingga sejak saat itu, saya seperti menahan hasrat untuk membeli sesuatu yang saya sukai.

Saya bekerja sejak usia 18th. Sejak mempunyai penghasilan sendiri, semua hal yang saya sukai dan mampu saya beli, gaya hidup yang sangat konsumtif, hiks.
Sampai kira-kira saya terus lakukan sampai 7th bekerja, banyak sekali koleksi barang-barang yang sebenarnya tidak saya butuhkan, tapi bernafsu saya beli. Akhirnya tabungan saya jarang bertambah, hiks.

Kemudian sampai saat saya menikah, hal itu terus berlanjut, koleksi kain, alat-alat jahit, pernak-pernik jahit, banyak sekali cita-cita yang ingin saya lakukan tapi tidak pernah kesampean, saya ingin menjadi designer, tapi tidak kesampean, pingin jadi hijab designer juga tidak, haiz.

Setelah itu saya agak sadar sedikit, kemudian saya memfokuskan diri untuk membuka peluang baru menjadi Graphic designer, alat-alat yang tidak menunjang saya simpan digudang termasuk mesin jahit dan lain-lain.

Saya investasikan uang saya untuk membeli drawing tablet, light tracer, dan laptop. Tapi 1 th belakangan saya baru menyadari, bahwa menggambar adalah hal yang sebaiknya dihindari dalam agama saya, hiks, lagi-lagi saya gagal dan mundur.

Nah mulai tahun ini, saya baru menentukan passion saya yang baru belajar lettering, dan alhamdulilah tidak dilarang dalam agama saya asalkan tidak ada gambar mahkluk hiodupnya.  Sekarang saya fokus memepelajari passion saya.

Jalan yang panjang untuk belajar mengatur keuangan saya, hiks.

Berikut ini ringkasan cara-cara mengatur keuangan financial agar efektif dan efisien.

  1. Punya simpanan uang cash/tunai dalam bentuk tabungan yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu untuk keperluan mendadak yang  diluar dari pengeluaran rutin, idealnya 12x pengeluaran perbulan, atau simpanan pengeluaran 1 tahun, kalau pengeluaran kita katakanlah Rp. 5.000.000,-/per bulan, berarti dana yang kita butuhkan untuk dijadikan simpanan adalah Rp. 60.000.000,-
  2. Hutang yang sehat adalah tidak melebihi dari 30% dari penghasilan selama 1 bulan, katakanlah, penghasilan kita Rp. 8.000.000,-/per bulan, cicilan hutang (biasanya KPR ) maxsimal adalah Rp. 2.400.000,-
  3. Memiliki dana Pendidikan anak, melalui investasi, (seperti Asuransi Pendidikan, tabungan pendidikan, dll)
  4. Memiliki Tabungan hari tua, untuk bekal ketika kita sudah tidak bekerja. Melalui Investasi (bisa InVestasi Asuransi, Emas, Property, Bisnis, etc)
  5. Memiliki Asuransi Kesehatan, atau asuransi Kematian untuk kepala keluarga.
  6. Jangan berhutang untuk gaya hidup konsumtif, berhutang hanya untuk KPR.
  7. Sebar aset kita, dalam berbagai bentuk, bisa Property, emas, investasi saham atau reksadana, bisnis dll.


*INI semua adalah catatatan financial planner sebelum saya hijrah, after hijrah akan saya perbaiki, saya tidak merekomendasikan untuk berhutang terutama dalam bentuk apapun yang mengandung RIBA Didalamnya sekalipun itu kredit KPR untuk kepemilikan rumah, jika kurang mampu membeli rumah secara cash, pikir2 beribu kali sebelumnya membeli secara KPR apalagi mengandung RIBA., so jangan remehkan dosa riba bun.  *



#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No comments :

Post a Comment