Hari ke-9 ini, saya ingin sedikit menceritakan tentang tantangan
bunsay kecerdasan financial, sejak mengenal kelas bunsay, saya mulai sedikit-demi
sedikit mempelajari ttg parenting, dulu saya pikir sebelum punya anak, cara mendidik
anak ya sudah begitu saja, sama seperti cara mendidik mama saya ke saya,
seiring berjalannya waktu dan bertambahnya informasi, ternyata hal tersebut
sudah tidak relevan dengan saat saya mempunyai anak.
Menjadi orang tua itu hal yang sulit, dan sangat sulit,
kalau ingin mendidik anak hebat, sudah pasti sebagai orang tua kita perlu
menjadi contoh yang hebat dan mau selalu belajar, karena orang tua ada contoh
real model anak dalam melihat sosok dewasa yang ditirunya.
Sulit sekali saya rasakan sebagai orang tua, apalagi jika
saya bekerja alias working mam, berulang kali saya berpikir untuk resign, agar
bisa fokus menjaga anak saya. Mendidiknya, tapi ada saja cobaanya, saya ingin
memantapkan diri dengan segera agar cita-cita saya segera terealisasi, menjadi
ibu hebat menurut saya adalah, ibu yang selalu ada dan bisa menjadi sandaran
anak. Hal itu akan sangat mungkin terjadi kalo saya tidak bekerja.
Berhubungan dengan materi bunsay, jadi sejak tantangan hari
pertama, saya sudah mengajarkan kakak tentang value uang itu sendiri, meskipun
dia belum paham, betul, tapi intinya saya menanamkan dokrin bahwa Allah itu
maha pemberi. Rejeki atau uang yang saya punya bukan semata-mata adalah uang
milik saya, tapi semua adalah pemberian dari Allah SWT. Satu konsep tersebut yang
saya tanamkan dalam benak dan pikiran kakak. Sehingga setiap saat selalu coba
saya praktekan. Jadi ceritanya dia pingin banget jalan-jalan, entah kemana,
kalo weekend dia suka bosan gak kemana-mana, jadi sekalian saya belanja saya
ajak kakak, kemudian terjadilah percakapan ini :
Kakak : Bun, kakak lapar!
Saya : Yaudah kak kita makan Bakmi aja
ya
Kakak : Iya bun,
Saya, menyuruh ayahnya untuk memesan 3 porsi bakmi buat kami, lalu kakak
mulai tidak bisa diam, saya mulai
mempraktekan, ilmu financial.
Saya : kakak, nanti kalo bayar Bakminya, kakak yang bayarnya, biar kakak
paham.
Kakak : Iya bunda, tapi nti bunda kasih tahunya ya, ok sahut saya.
Setelah pesanan jadi, kakak yang bayar, dan dia minta untuk foto didepan
kasir, 😊
sehabis
itu, saya ingin sekali makan es cream, tidak sengaja kami menemukan es cream
favorit di giant, jadilah saya ingin beli, lagi-lagi saya praktekin saja ilmu
financial, bahwa kita mesti berhemat atau menghargai uang.
Saya : Kak. Bunda mau makan es cream, kakak, mau gak?
Kakak : Mau banget bunda. Sahutnya senang
Saya : Tapi, karena uang bun terbatas, kita beli es creamnya 1 aja ya makan
berdua, sahut saya lagi.
Kakak : Yah kenapa bunda, sahutnya kecewa.
Saya : Iya, nanti kalo bunda ada rejeki lagi dari Allah, kita beli lagi
ya kak.
Kakak : Sambil berpikir keras, “Iya deh bunda, tapi nanti aku dibelii
sendiri ya, nti kalo Allah kasih bunda rejeki”.
Saya : Iya kakak, doaiin bunda ya, biar rejeki bunda banyak, terus kita
makan es cream lagi.
Kakak : Iya, bunda. Sahutnya sambil sumringah.
Akhirnya misi berhasil, dia mulai memahami,. Bahwa tiap rejeki itu
pemberian Allah, kadang memang suka gak bisa diterima, kalo kakak lagi moody
minta beliin boneka atau mainan, tapi sejauh ini, saya selalu berusaha menanamkan
pikiran, bahwa rejeki itu dari ALLAH SWT, jadi kakak tidak bisa selalu
memaksakan kehendaknya, kalo mengingankan sesuatu kalau saya tidak bisa
mengabulkan keinginnya.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No comments :
Post a Comment