SOCIAL MEDIA

Tuesday, July 17, 2018

Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini #10



Kali ini mau menulis hari pertama masuk sekaolah, dan mengajarkan kakak tentang bagaimana berdoa memohon rejeki kepada Allah.
Ketika diluar sana booming posting sana sini tentang hari pertama sekolah anak, saya malas melakukan hal yang sama. Bukan karena apa-apa karena aliran anti mainstream.
Baiklah kali ini saya akan posting, hari pertama kakak sekolah, ada kaingin saya untuk antar kakak ke sekolah, bukan karena dia yang request, tapi karena kesadaran saya, saya ibu yang bekerja diranah publik, tak punya banyak waktu untuk anak saya, semoga Allah ampunkan saya yang tidak menjaga titipan-nYA dengan sebaik-baiknya, dan semoga Allah izinkan dan permudah langkah saya untuk resign.
Saya perhatikan, tiap saya antar sekolah, kakak akan menjadi 2x manja, dikit-dikit diakan menangis atau mewek jika tidak melihat saya didekatnya, saya sudah berusaha menyakinkan dia untuk percaya diri, bahwa saya ada didekatnya, meskipun dia tidak melihat, tapi tetap saja dia mesti melihat saya, untuk membuat hatinya tenang, ada kejadian yang membekas buat saya, sederhana tapi sungguh menyentuh.

Ketika saya mengantarkannya kekelas, bu guru mengizinkan kami orang tua untuk menemani anak, dibelakang kelas, dengan syarat hanya selama 1 mnggu, kakak bilang pada saya, bunda, sini duduk dekat kakak, saya tidak mau karena kalo saya lakukan itu, itu akan membuat kakak terus merasa nyaman dan takut, jadilah saya berdiri diluar kelas, dia menengok lagi, “bunda, gak capek berdiri.” Sahutnya lagi, “gak papa kakak, bunda berdiri aja.” Jawab saya, entah kenapa tiba dia berdiri, dan mengambilkan saya bangku, “bun, duduk sini saja, nti bun capek.” Tiba-tiba saya langsung trenyuh, dia tahu saya sedang hamil besar, dan perut saya kadang tegang, nyeri, dan tak karuan, dan kakak memahami setuasi itu, saya merasa, meskipun kadang anak saya, menyebalkan, dia blm mau ditinggal seperti teman-temanya, dia cengeng dan mudah menangis. Tapi dia juga tahu memahami saya.

Sepulangnya dari perjalanan sekolah, dia bertanya pada saya, “bun, gak marah sama kakak kan, dlu bun marah, waktu kakak gak mau naik panggung.” Tanyanya sambil jalan, saya sedih jika ingat itu, meski sudah belajar parenting, saya suka susah menahan amarah, saya merasa sia-sia sudah izin kantor tapi tidak maxsimal, hiks.
Dengan senyum, saya bilang,”Kenapa harus marah, kalo sudah waktunya, kakak pasti mau naik panggung.” Ada senyum sumringah di bibirnya, saya menyadari saya ibu yang jauh dari kata sempurna, sepanjang hari saya, menemani kakak main dan belajar tidak marah dengan sikapnya yang agak nyebelin :D

Lalu sepulangnya dari sekolah, saya sangat ini sekali toys figure, gambar ice cream, dia tahu itu, saya bilang padanya, “kapan ya bunda bisa beli, lucu bgt.” Bunda sahutnya, “bun berdoa sama Allah aja, nanti juga dikasih rejeki buat beli ya bun. “ hati saya terenyuh, dia sedikit banyak menerima apa yang saya ajarkan mengenai cerdas financial ini, awal-awal yang saya ajarkan adalah, ingat Allah dlu, ingat Allah, Allah akan ingat kita, minta Allah, Allah akan beri kita. Terima kasih kakak, sudah ingatkan bunda. :D

                                                              * toys Figure yg terus kebayang, :)

#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

No comments :

Post a Comment