Kali ini mau menulis hari pertama masuk sekaolah, dan
mengajarkan kakak tentang bagaimana berdoa memohon rejeki kepada Allah.
Ketika diluar sana booming posting sana sini tentang
hari pertama sekolah anak, saya malas melakukan hal yang sama. Bukan karena
apa-apa karena aliran anti mainstream.
Baiklah kali ini saya akan posting, hari pertama kakak
sekolah, ada kaingin saya untuk antar kakak ke sekolah, bukan karena dia yang
request, tapi karena kesadaran saya, saya ibu yang bekerja diranah publik, tak
punya banyak waktu untuk anak saya, semoga Allah ampunkan saya yang tidak
menjaga titipan-nYA dengan sebaik-baiknya, dan semoga Allah izinkan dan
permudah langkah saya untuk resign.
Saya perhatikan, tiap saya antar sekolah, kakak akan
menjadi 2x manja, dikit-dikit diakan menangis atau mewek jika tidak melihat
saya didekatnya, saya sudah berusaha menyakinkan dia untuk percaya diri, bahwa
saya ada didekatnya, meskipun dia tidak melihat, tapi tetap saja dia mesti
melihat saya, untuk membuat hatinya tenang, ada kejadian yang membekas buat
saya, sederhana tapi sungguh menyentuh.
Ketika saya mengantarkannya kekelas, bu guru
mengizinkan kami orang tua untuk menemani anak, dibelakang kelas, dengan syarat
hanya selama 1 mnggu, kakak bilang pada saya, bunda, sini duduk dekat kakak,
saya tidak mau karena kalo saya lakukan itu, itu akan membuat kakak terus
merasa nyaman dan takut, jadilah saya berdiri diluar kelas, dia menengok lagi, “bunda,
gak capek berdiri.” Sahutnya lagi, “gak papa kakak, bunda berdiri aja.” Jawab saya,
entah kenapa tiba dia berdiri, dan mengambilkan saya bangku, “bun, duduk sini
saja, nti bun capek.” Tiba-tiba saya langsung trenyuh, dia tahu saya sedang
hamil besar, dan perut saya kadang tegang, nyeri, dan tak karuan, dan kakak
memahami setuasi itu, saya merasa, meskipun kadang anak saya, menyebalkan, dia
blm mau ditinggal seperti teman-temanya, dia cengeng dan mudah menangis. Tapi dia
juga tahu memahami saya.
Sepulangnya dari perjalanan sekolah, dia bertanya pada
saya, “bun, gak marah sama kakak kan, dlu bun marah, waktu kakak gak mau naik
panggung.” Tanyanya sambil jalan, saya sedih jika ingat itu, meski sudah belajar
parenting, saya suka susah menahan amarah, saya merasa sia-sia sudah izin
kantor tapi tidak maxsimal, hiks.
Dengan senyum, saya bilang,”Kenapa harus marah, kalo
sudah waktunya, kakak pasti mau naik panggung.” Ada senyum sumringah di
bibirnya, saya menyadari saya ibu yang jauh dari kata sempurna, sepanjang hari
saya, menemani kakak main dan belajar tidak marah dengan sikapnya yang agak
nyebelin :D
Lalu sepulangnya dari sekolah, saya sangat ini sekali
toys figure, gambar ice cream, dia tahu itu, saya bilang padanya, “kapan ya
bunda bisa beli, lucu bgt.” Bunda sahutnya, “bun berdoa sama Allah aja, nanti
juga dikasih rejeki buat beli ya bun. “ hati saya terenyuh, dia sedikit banyak
menerima apa yang saya ajarkan mengenai cerdas financial ini, awal-awal yang
saya ajarkan adalah, ingat Allah dlu, ingat Allah, Allah akan ingat kita, minta
Allah, Allah akan beri kita. Terima kasih kakak, sudah ingatkan bunda. :D
* toys Figure yg terus kebayang, :)
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial


No comments :
Post a Comment