Hari Sabtu kemarin, kami sekeluarga mengunjungi Mama saya
yang tinggal di Jakarta, jadi perjalanan dari Bogor saya langsung pergi ke
Priuk, menengok Mama saya. Sepanjang jalan saya mengbrol dengan anak saya
sambil sesekali kita bermain bersama.
Si kakak paling senang bermain menggunakan Tong-Tol, dengan
menambahkan kata-kata seperti penyihir, dia asik main sendiri dan sesekali saya
ikut menimpali. Saya jadi ingat bermain dengan anak, dapat menstimulus otaknya
agar semakin berkembang, dan saya jadi ingat permainan hipnoterapi dengan
kata-kata. Sehingga saya iseng mencobanya.
Saya, “Kakak kita main yuk.”
Anak saya, “Ayuk bun, main apa.”
Saya,” Bunda pinjem Tong-Tolnya ya, kakak takut sama kecoa
ya, sahut iya.”
Anak saya, “Iya ih...kakak takut, geli sama kecoa.”
Saya. “Kalo gitu bunda buang ya rasa takut kakak dengan
tongkat ajaib. Kakak ikuti kata-kata bunda ya. Coba kakak tutup mata kakak
pelan-pelan. Bayangkan ada kecoa yang mendekat kearah kakak.” Anak saya mulai
nampai bergidik, “Kecoa itu berjalan perlahan sambil berjinjit, kemudian bunda
berikan kakak kaki ajaib yang tidak takut dengan kecoa itu, dan menendang kecoa
itu jauh.” “kakak dengan kekuatan hebat memiliki kaki yang pemberani.”
Anak saya memincingkan kedua matanya, sepertinya iya nampak
mengikuti permainan, “kemudian kakak takuti kecoa tersebut dengan kaki kakak,
dan kecoa itu lari ketakutan dan keluar melalui pintu.”
“Sekarang kakak sudah tidak takut lagi dengan kecoa, karena
kakak memiliki kaki ajaib yang berani dengan kecoa.” “Kemudian, kakak merasa
menjadi diri yang baru dan, buka mata, mulai sekarang kakak tidak takut kecoa
lagi, karena punya kaki ajaib.” Ucap saya dengan suara bersemangat.
Anak saya membuka kedua matanya, sepertinya ia menikmati
energi positif yang telah saya salurkan. Setelah permainan usai, saya semangati
anak saya agar dia tidak takut kecoa lagi karena sudah punya kaki ajaib.
#hari15
#tantangan17 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
No comments :
Post a Comment