SOCIAL MEDIA

Thursday, November 16, 2017

Komunikasi Produktif 11



YUPS

Tantangan hari ke-11, menurut saya tugas bunsay bukanlah tugas yang mudah, susah karena harus konsisten dengan perbuatan kita sehari-hari, yaitu praktek berkomunikasi dengan orang sekitar, pasangan, dan anak.  Jadi kemarin malam, entah kenapa emosi saya sedang labil, mungkin efek dari syndrome datang bulan, saya mudah sekali tersulut dengan emosi sehingga, komunikasi produktifnya jadi tidak berjalan dengan maksimal.

Si kakak, semalam, susah sekali diajak kompromi, mungkin karena saya yang emosi karena lelah seharian bekerja atau karena saya yang sedang moody. Anak saya berumur 3 tahun 10 bulan, masih disuapin jika makan, dan susah untuk disuruh konsisten duduk sambil makan, tiap malam, dia suka sekali nonton upin ipin di TV, jadi hampir tiap malam, saya pasti akan menemani dia makan, sambil menonton TV, selama menikmati acara TV favoritnya, dia akan duduk manis, namun ketika iklan datang, anak saya akan berlari kemana-mana, berulang kali saya menahan emosi karena kesal sambil tetap berkompromi, “Kakak, bunda senang, kalo kakak, makanya duduk.” Maka jika dia ingat dia akan duduk manis, namun lebih banyaknya dia akan tawaf seisi rumah. Terkadang membuat saya tambah emosi, proses makan yang tadinya bisa lebih cepat jadi terhambat karena banyaknya polah si kakak.

Jika sudah selesai makan, dia akan terus lanjut menonton TV sampe acara Favoritnya selesai. Setelah itu, si kakak akan masuk ke kamar, dan kembali bermain, anak saya susah sekali jika disuruh tidur tepat waktu, banyak sekali ritualnya yang dilakukan sebelum tidur, seperti ketika sudah sikat gigi, tinggal tidur, biasanya saya akan bertanya, apakah dia mau minum, kakak biasanya menjawab tidak, tapi ketika lampu kamar sudah dimatikan, dia akan menjawab, “mau minum, bun, ayah.” Dan kemudian lampu kamar nyala lagi, begitu seterusnya, minta ini itu, sehingga kadang membuat saya tidak sabaran. Kakak dengan banyak polahnya terkadang tampak mengesalkan, tapi ada kalanya komunikasi produktif yang saya praktekan berhasil, seperti, “kakak tolong buang sampahnya didapur.” Dia akan menjawab dengan manis, “Iya bunda.” Tapi ada kalanya mungkin seperti saya ketika moodnya sedang buruk, dia juga akan tampak sangat moody.


Belajar mengendalikan emosi buat saya yang dikatakan dewasa saja kadang susah menahan diri, bagaimanapula dengan balita umur 4 tahun kurang, yang cenderung temperemtal, itu mungkin karena pengaruh buruk saya. Menjadi dewasa dan menjadi orang tua adalah dua hal yang berbeda, yang terus saya pelajari sampe akhir hayat, semoga ALLAH SWT Selalu meridhoi tiap langkah niat baik yang saya lakukan. Aamiin YRA.  

#hari11
#tantangan17hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Photo by Tatyana Dobreva on Unsplash

No comments :

Post a Comment