SOCIAL MEDIA

Thursday, November 16, 2017

Komunikasi Produktif 12




YO!!

Tantangan hari ke-12, saya mungkin bukan contoh Ibu yang baik, saya seringkali membuat anak saya menangis, bukan karena saya bertindak kasar atau apa, tapi karena saya suka sekali iseng, saya tidak tahu apakah saya orang yang normal, atau bisa jadi karena sewaktu kecil saya suka sekali dibullying oleh kakak-kakak saya, sehingga saya jadi seperti ini.

Kemarin malam, karena saya menderita Kista pada Rahim, saya mengikuti terapi alternatif, sengat lebah, sehingga sekujur badan saya terasa sakit, dan efeknya saya jadi agak moody dan sensitive. Sehingga ketika anak saya terasa sangat over aktif, rasa ingin membuat dia tidak nyaman, timbul dalam diri saya. “kakak, tadi bunda, habis disengat lebah tahu kak, sakit.” Anak saya dengan mata berbinar, menjawab, “Bun, sakit gak, tanyanya, “ Sakit lah kak, kan bengkak.” “kakak mau disengat.” Seketika dia menjawab, “Enggaklah bun.” Anak saya tahu sakitnya disengat lebah, karena sewaktu pertama kali sengat, anak saya sedang ikut ke kantor, dan dia sampai menangis melihat saya kesakitan saat disengat. Kemudian saatnya mau tidur, si kakak, banyak alasan disuruh mencopot bajunya sendiri, ada saja alasannya, lalu iseng saya ingin dia kesal, “Kalau kakak, malas, copot baju sendiri, nanti pas bun ajak ke kantor, kakak, bun suruh sengat lebah juga.” Anak saya spontan, langsung berteriak tidak mau. Sampai dia kesal dan tiba-tiba menendang saya.
Saya tambah emosi, (hahaha) lalu saya bilang, “Kok, kakak tendang bun. Kan sakit kak.” Anak saya tiap kali berbuat salah, selalu saya ajarkan untuk meminta maaf, ya meskipun maafnya dia itu gampangan sekali, sekali pukul, minta maaf, pukul lagi, minta maaf lagi, jadi saya bilang gampangan. Kemudian, dia dengan mata sedih mengatakan, “Bun, aku minta maaf tadi nendang kaki bun.” Setelah itu, kami berjabatan tangan, dan masalah clear.

Karena ingin membahas masalah ini, saya mengadakan Puppet show boneka tangan sebelum tidur dengan dia, ceritanya membahas, bolehkan menendang orang tua, atau menghormati orang tua. Saat marah dan tidak, anak saya mungkin merasa kalua sudah berbuat salah, dan dia berjanji tidak akan mengulangi lagi, namun tetap saja, ada factor dari kesalahan saya karena keisengan saya, memancing rasa emosi kemarahannya, saya terkadang sengaja melihat sejauh mana, dia bisa marah dan mengontrol emosinya.

Dengan adanya Komunikasi Produktif, menantang saya, untuk berpikir positif dan lurus, yang mana terkadang hal itu sulit sekali, semoga saya bisa terus konsisten. Aamiin YRA.

#hari12
#tantangan17 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip



No comments :

Post a Comment