Tantangan
hari ke-12, saya mungkin bukan contoh Ibu yang baik, saya seringkali membuat
anak saya menangis, bukan karena saya bertindak kasar atau apa, tapi karena
saya suka sekali iseng, saya tidak tahu apakah saya orang yang normal, atau bisa
jadi karena sewaktu kecil saya suka sekali dibullying oleh kakak-kakak saya,
sehingga saya jadi seperti ini.
Kemarin
malam, karena saya menderita Kista pada Rahim, saya mengikuti terapi alternatif,
sengat lebah, sehingga sekujur badan saya terasa sakit, dan efeknya saya jadi
agak moody dan sensitive. Sehingga ketika anak saya terasa sangat over aktif,
rasa ingin membuat dia tidak nyaman, timbul dalam diri saya. “kakak, tadi
bunda, habis disengat lebah tahu kak, sakit.” Anak saya dengan mata berbinar,
menjawab, “Bun, sakit gak, tanyanya, “ Sakit lah kak, kan bengkak.” “kakak mau
disengat.” Seketika dia menjawab, “Enggaklah bun.” Anak saya tahu sakitnya
disengat lebah, karena sewaktu pertama kali sengat, anak saya sedang ikut ke
kantor, dan dia sampai menangis melihat saya kesakitan saat disengat. Kemudian saatnya
mau tidur, si kakak, banyak alasan disuruh mencopot bajunya sendiri, ada saja
alasannya, lalu iseng saya ingin dia kesal, “Kalau kakak, malas, copot baju
sendiri, nanti pas bun ajak ke kantor, kakak, bun suruh sengat lebah juga.” Anak
saya spontan, langsung berteriak tidak mau. Sampai dia kesal dan tiba-tiba
menendang saya.
Saya tambah
emosi, (hahaha) lalu saya bilang, “Kok, kakak tendang bun. Kan sakit kak.” Anak
saya tiap kali berbuat salah, selalu saya ajarkan untuk meminta maaf, ya
meskipun maafnya dia itu gampangan sekali, sekali pukul, minta maaf, pukul
lagi, minta maaf lagi, jadi saya bilang gampangan. Kemudian, dia dengan mata
sedih mengatakan, “Bun, aku minta maaf tadi nendang kaki bun.” Setelah itu,
kami berjabatan tangan, dan masalah clear.
Karena ingin
membahas masalah ini, saya mengadakan Puppet show boneka tangan sebelum tidur
dengan dia, ceritanya membahas, bolehkan menendang orang tua, atau menghormati
orang tua. Saat marah dan tidak, anak saya mungkin merasa kalua sudah berbuat
salah, dan dia berjanji tidak akan mengulangi lagi, namun tetap saja, ada factor
dari kesalahan saya karena keisengan saya, memancing rasa emosi kemarahannya,
saya terkadang sengaja melihat sejauh mana, dia bisa marah dan mengontrol
emosinya.
Dengan adanya
Komunikasi Produktif, menantang saya, untuk berpikir positif dan lurus, yang
mana terkadang hal itu sulit sekali, semoga saya bisa terus konsisten. Aamiin
YRA.
#hari12
#tantangan17 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
#tantangan17 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

No comments :
Post a Comment