Hari ini hari
ke-9 tantangan komunikasi produktif, karena hari ini hari libur, saya iseng ingin
pergi ke mal, karena sudah lama rasanya ngidam d'crepes dan belum juga
kesampean sampe sekarang. sehingga kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke
pusat pembelanjaan sambil berjalan-jalan di hari libur.
Saya bilang
pada anak saya, kalo tantangan hari ini, adalah mandi dan pakai baju sendiri,
sebenernya dia sudah bisa pakai baju sendiri, namun seringkali, alasannya
banyak, sehingga anak saya suka sekali beragumen dengan berbagai alasan. sehingga
penting bagi saya, untuk membiasakan kakak mandiri dalam mengurus dirinya
sendiri.
Baru saja,
saya menerapkan acara mandi ini, karena mandinya agak lama, dia suka sambil
main, saya jadi tidak sabaran, sehingga bergegas memandikan anak saya, namun
karena merasa kesal saya ambil alih, dia marah, dan menangis sambil berteriak
kesal, lalu mendorong saya, merasa kesal.
Jujur saja,
kalo terpancing saya akan marah dan membentak dia dengan suara yang lebih
kencang, namun urung saya lakukan, karena jika hal tersebut saya lakukan,
sia-sia rasanya komunikasi produktif yang telah saya bangun satu minggu ini.
agar tidak terpancing saya memilih menjauh, namun anak saya malah semakin
menangis kencang, mungkin karena dia merasa saya marah. saya tarik napas pelan,
dan berusaha menghilangkan rasa kesal saya padanya. saya tanya padanya,
"Kakak, mau pake baju sendiri? atau bunda pakein?
Anak saya
masih menangis, "kalo bunda bantu, kakak tidak dapat bonus tantangan ya.
" sahut saya lagi, " anak saya menganguk pelan, menandakan, kalo dia
mau pake bajunya sendiri. akhirnya saya mengajaknya bercanda, dan diapun sudah
tidak cemberut lagi karena kesal.
Selepas itu,
kami kemudian bersiap untuk pergi ke mall, saat di mal, seperti biasa, anak
saya melihat sesuatu yang menarik, dan dia akan merengek minta untuk dibelikan
dengan berbagai cara, seperti menangis, ngambek, dan sebagainya.
saya pikir,
ini saat yang tepat untuk membangun komunikasi produktif, saya memberikan dia
pilihan, " kakak, mau beli mainan itu? " tanya saya, "iya"
sahutnya sambil mengangguk, "Ok, kalau kakak mw beli mainan itu, nanti
tidak dapat bonus tantangan, karena hadiah tantangan sudah kakak belikan mainan
itu." sahut saya sambil menunggu persetujuan dia. "iya bunda"
sahut anak saya semangat.
Akhirnya
setelah berjalan-jalan sebentar, kami memutuskan untuk pulang. sesampainya
dirumah, saya kembali mengingatkan anak saya, untuk mempertanggungjawabkan
pilihan yang telah dia buat tadi. dan dengan tanggungjawab, anak saya berganti
pakaiannya sendiri. senang rasanya komunikasi yang kami bangun menjadi begitu
efektif, sehingga menghasilkan komunikasi dua arah yang positif.
Perubahan yang
didapat dari komunikasi efektif hari ini, adalah. mengarahkan kakak untuk mengambil
keputusan dengan pilihan yang telah saya arahkan. dengan cara yang efektif.
sehingga dia merasa bahwa keputusan yang anak saya ambil adalah keputusan yang
membuat dia senang tanpa saya paksakan. kalau dulu sebelum menggunakan
komunikasi produktif, saya mungkin akan berkata, "Sudahlah ka, gak usah
beli, mainan kakak juga banyak, bla..bla..bla." dan akan berakhir dengan
nangis gak keruan ditambah ngambek. yang akhirnya berakhir dengan suasana hati
yang kacau.
Namun jika
sekarang dengan menggunakan komunikasi produktif, saya akan mengarahkan tujuan
komunikasi sesuai dengan yang saya tentukan, dengan cara yang lebih efektif,
yaitu, saya mau kakak senang, namun dia juga belajar mandiri, dengan belajar
memakai bajunya sendiri. kakak merasa senang mendapat mainan baru, sekaligus
dia belajar untuk mandiri.
Setiap hari,
ada saja hal baru yang saya pelajari, dan itu terasa menyenangkan, membuat saya
berpikir apalagi tantangan yang akan saya temukan kedepan. Pasti akan saya
hadapi dengan pikiran positif dengan komunikasi produktif. terima kasih IIP.
#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Photo by Juliandra Durkin on Unsplash

No comments :
Post a Comment