SOCIAL MEDIA

Sunday, November 12, 2017

Komunikasi Produktif 9

Hari ini hari ke-9 tantangan komunikasi produktif, karena hari ini hari libur, saya iseng ingin pergi ke mal, karena sudah lama rasanya ngidam d'crepes dan belum juga kesampean sampe sekarang. sehingga kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke pusat pembelanjaan sambil berjalan-jalan di hari libur.

Saya bilang pada anak saya, kalo tantangan hari ini, adalah mandi dan pakai baju sendiri, sebenernya dia sudah bisa pakai baju sendiri, namun seringkali, alasannya banyak, sehingga anak saya suka sekali beragumen dengan berbagai alasan. sehingga penting bagi saya, untuk membiasakan kakak mandiri dalam mengurus dirinya sendiri.

Baru saja, saya menerapkan acara mandi ini, karena mandinya agak lama, dia suka sambil main, saya jadi tidak sabaran, sehingga bergegas memandikan anak saya, namun karena merasa kesal saya ambil alih, dia marah, dan menangis sambil berteriak kesal, lalu mendorong saya, merasa kesal.

Jujur saja, kalo terpancing saya akan marah dan membentak dia dengan suara yang lebih kencang, namun urung saya lakukan, karena jika hal tersebut saya lakukan, sia-sia rasanya komunikasi produktif yang telah saya bangun satu minggu ini. agar tidak terpancing saya memilih menjauh, namun anak saya malah semakin menangis kencang, mungkin karena dia merasa saya marah. saya tarik napas pelan, dan berusaha menghilangkan rasa kesal saya padanya. saya tanya padanya, "Kakak, mau pake baju sendiri? atau bunda pakein?

Anak saya masih menangis, "kalo bunda bantu, kakak tidak dapat bonus tantangan ya. " sahut saya lagi, " anak saya menganguk pelan, menandakan, kalo dia mau pake bajunya sendiri. akhirnya saya mengajaknya bercanda, dan diapun sudah tidak cemberut lagi karena kesal.

Selepas itu, kami kemudian bersiap untuk pergi ke mall, saat di mal, seperti biasa, anak saya melihat sesuatu yang menarik, dan dia akan merengek minta untuk dibelikan dengan berbagai cara, seperti menangis, ngambek, dan sebagainya.
saya pikir, ini saat yang tepat untuk membangun komunikasi produktif, saya memberikan dia pilihan, " kakak, mau beli mainan itu? " tanya saya, "iya" sahutnya sambil mengangguk, "Ok, kalau kakak mw beli mainan itu, nanti tidak dapat bonus tantangan, karena hadiah tantangan sudah kakak belikan mainan itu." sahut saya sambil menunggu persetujuan dia. "iya bunda" sahut anak saya semangat.

Akhirnya setelah berjalan-jalan sebentar, kami memutuskan untuk pulang. sesampainya dirumah, saya kembali mengingatkan anak saya, untuk mempertanggungjawabkan pilihan yang telah dia buat tadi. dan dengan tanggungjawab, anak saya berganti pakaiannya sendiri. senang rasanya komunikasi yang kami bangun menjadi begitu efektif, sehingga menghasilkan komunikasi dua arah yang positif.

Perubahan yang didapat dari komunikasi efektif hari ini, adalah. mengarahkan kakak untuk mengambil keputusan dengan pilihan yang telah saya arahkan. dengan cara yang efektif. sehingga dia merasa bahwa keputusan yang anak saya ambil adalah keputusan yang membuat dia senang tanpa saya paksakan. kalau dulu sebelum menggunakan komunikasi produktif, saya mungkin akan berkata, "Sudahlah ka, gak usah beli, mainan kakak juga banyak, bla..bla..bla." dan akan berakhir dengan nangis gak keruan ditambah ngambek. yang akhirnya berakhir dengan suasana hati yang kacau.

Namun jika sekarang dengan menggunakan komunikasi produktif, saya akan mengarahkan tujuan komunikasi sesuai dengan yang saya tentukan, dengan cara yang lebih efektif, yaitu, saya mau kakak senang, namun dia juga belajar mandiri, dengan belajar memakai bajunya sendiri. kakak merasa senang mendapat mainan baru, sekaligus dia belajar untuk mandiri.
Setiap hari, ada saja hal baru yang saya pelajari, dan itu terasa menyenangkan, membuat saya berpikir apalagi tantangan yang akan saya temukan kedepan. Pasti akan saya hadapi dengan pikiran positif dengan komunikasi produktif. terima kasih IIP.


#hari9
#tantangan10hari 
#komunikasiproduktif 
#kuliahbunsayiip 
Photo by Juliandra Durkin on Unsplash

No comments :

Post a Comment