Tantangan Hari ke-5, waktu berjalan begitu cepat, akhir pekan sudah didepan mata, kali ini saya akan menceritakan kegiatan pada hari ke-5, semalam sepulang kerja, saya mengajak anak saya main, alhamdulilah dia teralihkan dari menonton TV kegemarannya.
Jadi kali ini komunikasi produktif yang saya praktekan berkaitan dengan mengontrol emosinya yang cukup labil mengingat dia belum bisa mengontrol emosinya sendiri.
Tadi malam saya ajak anak saya permainan sederhana, yaitu main batu, gunting, kertas, saya ajarkan caranya dan apa reward serta punishment jika kalah dalam permainan. Saya mengunakan mainan kesukaannya sebagai reward, jika dia menang, dia boleh mengambil punya saya, dan jika saya yang menang begitu juga sebaliknya.
Pada awal permainan semua berjalan lancar, karena sering kali permainan kami seri, namun ketika mencapai satu titik dimana anak saya kalah terus dalam permainan, dia mulai terlihat sangat kesal, dan emosinya memuncak. Dia ngambek dan tidak mau main lagi, sambil merajuk dan menangis. Dan pergi meninggalkan permainan.
Dengan tetap tenang dan menahan emosi, saya bilang, “kakak, mainnya udahan nih.”
Kemudian, dia kembali ke area permainan, “Habis, aku kalah terus, bunda dapat mainan banyak terus.” Sambil terus ngambek dan merajuk.
Saya hanya tersenyum, dan mengatakan . “ kakak dalam permainan yang seperti itu, kadang kalah, kadang menang , itu hal yang wajar.”
Anak saya tetap ngambek, kemudian saya hibur dia sambil mengatakan, “Ayuk kita main lagi, kakak baca bismilah biar menang.” Sahut saya sambil tenang dan menyakinkan dia.
Anak saya masih nampak, marah, karena merasa dia kalah, kemudian saya keluar dari kamar untuk mengambil minum.
Setelah saya kembali ke kamar, anak saya tersenyum, saya tebak, dia telah mengambil sesuatu pada permainan saya, lalu saya tanya, “waktu bunda keluar, kakak ambil sesuatu ditempat bunda? “.
Anak saya menyeringai “Iya aku ambil bun.”,
Saya tersenyum dan berkata“Ayo kembalikan, kakak harus fair, tidak boleh berbuat curang.” Sahut saya sambil tersenyum” lalu dengan senang hati dia tertawa dan mengambalikan permainan saya.
Lalu kami melanjutkan permainan. Permainan ini berlangsung seru, anak saya berkali-kali kalah dan permainannya hampir habis, kembali dia marah-marah karena kalah.
Saya tetap tersenyum, dan mengatakan kalimat-kalimat positif agar dia tidak menyerah dan mau bertindak sportif, tidak marah-marah dan ngambek, terus saya katakan. Akhirnya dia mau mengikuti arahan saya, dan permainan menjadi mengasikan tanpa emosi meluap-luap anak saya seperti sebelumnya.
Dari sini saya belajar, bahwa kata-kata positif akan lebih mudah dicerna oleh anak-anak,. Daripada mengucakan kata-kata yang tidak kita inginkan terjadi, namun karena emosi menguasai, kata-kata tersebut semakin menancap keluar dari mulut kita.
Perubahan yang didapat hari ini adalah, anak saya mulai mau bermain sportif, sebelumnya jika permainan tidak sesuai dengan keinginnya, dia akan cenderung ngambek, nangis, dan marah-marah. Dengan Komunikasi Produktif, membantu anak saya untuk mengontrol emosinya, dan tentunya emosi saya pribadi dalam mendidik anak saya.
Akhirnya permainan hari itu berjalan sukses. Hati anak pun menjadi senang. Semoga semakin mudah saya menyampaikan kata-kata dengan nada positif. Agar membawa dampak perubahan yang baik dalam kehidupan kami kedepannya dalam mencari ridho ALLAH SWT, Aamiin YRA .
#hari5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
Photo by Leo Rivas-Micoud on Unsplash

No comments :
Post a Comment