WOW
Sudah masuk tantangan Hari ke-6, besok sudah hari Jum’at, dan lusa adalah waktunya weekend. Saat weekend adalah saat yang tepat untuk mempraktekan “seharian penuh bisa praktek komunikasi produktif, dan itu artinya saya juga harus mengerjakan tugas bunsay, saat hari libur nanti. Agak berat rasanya, karena kalo hari libur, waktunya untuk malas-malasan. (tolong jangan ditiru ya nak :D)
Hari ini saya akan bercerita hasil observasi saya tadi malam, kali ini tantangan yang saya hadapi adalah masih sama, si kakak masih suka main batu-gunting-kertas dan sepertinya dia belum merasa bosan. Permainan ini saya upgrade sedikit dibandingkan hari kemarin.
Permainan kali ini, dimaikan dengan adanya Punishment jika, masing-masing peserta kalah dari permainan. Yang telah ditentukan diawal. Jika salah satu peserta kalah, maka, hukumannya boleh dipilih, apakah menyanyi atau menari. Ide ini mucul spontan saat permainan, dan saya pikir dapat dipraktekkan untuk meningkatkan rasa percaya diri si kakak. Permainan berjalan seru, saya yang sudah mulai bisa membaca arah permainan kakak, sudah tahu celahnya, menang dari kakak, meskipun kadang pikirannya sulit dibaca.
Akhirnya permainan berjalan mengasyikan, permainan dilakukan sebanyak 3 kali. Karena saya mau meng-cut waktu dengan maksimal mengingat jam tidur kakak adalah Pukul 20.00. yang terkadang sering kali molor sampai pukul 20.30.
Jadi pada babak pertama, kakak kalah. Lalu saya suruh dia memilih hukumannya sendiri, apakah menyanyi atau menari, kakak memilih menyanyi. Dia menyanyi lagu “Naik Kereta Api” dengan sura pelan dan hampir tidak terdengar, saya semangati terus, dia tetap menyanyi dengan suara pelan, ketika lagu berakhir, saya berikan tepukan tangan, dan mengatakan “kakak hebat sudah berani menyanyi mengikuti hukuman.
Kemudian pada babak kedua dan ketiga, kakak kalah untuk ke-tiga kalinya, dan memilih hukuman untuk menyanyi lagi, lagu terakhir itu, kakak menyanyi “Pada Hari Minggu” dengan suara yang agak kencang, saya rasa percaya dirinya sudah mulai terpupuk, saya selalu menyemangatinya, dan memberikan applause jika kakak berhasil memenuhi hukuman dengan sportif.
Permainan berakhir dengan menyenangkan, meskipun suara saya hampir serak, karena selalu menyemangati kakak untuk tidak pernah putus asa, kala bosan terus saya teriakan “Semangat kak, ayo semangat!!” dan akhirnya kakak pun ikut berkata, “Semangat!!!”
Lama kelamaan rasanya menyenangkan main dengan si kecil. Awalnya terasa bosan karena saya lelah sudah bekerja seharian dikantor, dan mesti mengurusi anak sepulang kerja, namun sekarang selalu saya nantikan, agar permainan sebelum tidur serasa mengasikkan.
Perubahan yang didapat hari ini adalah, Anak saya sudah mau mengikuti jalan permainan yang saya buat dengan senang hati, sudah mulai berubah dibandingkan hari pertama melakukan komunikasi produktif dimana kakak mudah sekali ngambek jika permainannya kalah, namun sekarang dia sudah mulai berubah dan lebih mudah diajak bekerja sama, dulu tiap meminta tolong kakak ambil minum saya sekalu berkata, “Kakak, tolong ambilkan bunda minum.” Sekarang dengan komunikasi Produktif, saya tinggal mengatakan, “Siapa yang mau tolong bunda, ambil minum.” “Saya bunda” ucap anak saya lantang.
Terimakasih IIP, ini baru langkah awal, saya yakin tantangan kedepan akan semakin menarik untuk dijalankan, Semoga ALLAH SWT memudahkan saya untuk mendidik anak kami kelak mengenal dan mencintai ALLAH SWT lebih, lebih, dan lebih lagi. Aamiin YRA .
#hari6
#komunikasiprodukti
#kuliahbunsayiip
Photo by MI PHAM on Unsplash

No comments :
Post a Comment